Archive for May, 2005

Adakah Yang Lebih Indah Dari Mati?

Adakah yang lebih indah daripada mati? Mati bagiku adalah misteri. Dan entah mengapa, aku sangat menghargai kematian. Kematian memang adalah penjahat keji yang memisahkan raga dengan nyawa. Menceraikan suami dari istri, ibu dari anak-anaknya, adik dari kakaknya. Memisahkan sahabat dengan teman baiknya. Kematian tetap indah bagiku. Entah. Mungkin karena dalam otakku yang kecil ini aku berharap dapat menjumpai orang-orang terkasih yang terlebih dahulu pergi. Mungkin karena kepengecutanku menghadapi hidup. Mungkin karena aku tak bisa menemukan cara yang indah untuk bertahan.

 

Adalah hidup yang harus dihargai. Adalah hidup yang harus diperjuangkan. Mungkin begitu pendapat orang. Tapi kini aku jauh lebih menghargai kematian. Dan bagiku, kematian harus diperjuangkan. Ketika aku membaca cerita tentang para pahlawan yang mati dalam keadaan bahagia, aku cemburu. Aku juga ingin seperti mereka. Mereka begitu bahagia menjemput kematian. Bahkan berlomba-lomba untuk mati. Mati di jalan-Nya. Mereka menanti giliran untuk mati, dalam keadaan berjuang. Memperjuangkan kalimah Allah untuk dapat tegak di semesta ini.

 

Aku begitu ingin seperti mereka yang mendapatkan one way ticket to heaven. Aku ingin juga, syahid. Memperjuangkan Dien ini. Aku ingin juga bertemu Keindahan Tuhanku. Karena dalam keindahan-Nya, aku yakin aku akan menangis bahagia. Karena hanya dengan membayangkan dapat bertemu dengan-Nya saja sudah membuat air mata ku menganak sungai. Aku ingin sekali menjadi salah satu hamba-Nya yang terkasih. Aku ingin memperjuangkan kematianku. Aku ingin menjadi salah satu syahid. Ya Allah, kabulkanlah harapanku ini….

 

Akhirnya aku tahu mengapa kematian amat berharga bagiku….

Banyak orang mati dalam tabrakan, tawuran bodoh yang sia-sia, mati tua, mati dalam maksiat dan narkoba.

Siapa yang siap mati dengan cita rasa seni kematian yang tinggi: syahid di jalan-Nya? Tanpa rasa sakit kecuali seperti satu kali sengatan (H.R. Tirmidzi, Nasa-I, Ibn Majah & Ibn Hibban) dan sesudah itu, hanya gerbang surga yang terbentang….. [Rahmat Abdullah-Untukmu Kader Dakwah]

O.M.G.P.D.A!!!!

Tuhan, Tuhan, Tuhan…..

Besok gede, saya mau jadi apa? (dinyanyiin kayak lagunya Susan) Huaaaaaaaaa……….huaaaaaaaaaa………..

Tolong teman-teman….. bantu doa ya? saya dapet dosen yang killer…..

katanya, bimbingan ama dosen ini kalo blom abis kertas dua rim gak selesai2. Hikz…. betapa sedihnya diriku….

Saya jadi mikir, kalo suatu saat nanti saya jadi "gila" gara2 bermasalah sama dosen ini, saya mungkin bakal bisa ngabisin kertas dua rim didepan bliaw.

Kertasnya saya buat lauk. saya colek sama sambel terasi gantiin lalapan……

Bunga Rumput…….

Setelah memasak biak untuk sarapan en makan siang porsi sepuluh orang, all I wanna do was just take a great relax. Aha! Saya mo bikin cups of tea for my soul…… Yah, sebenernya nggak for soul sih. Cuma, asik aja kalo dijudulin begitu *grin*

Mabok teh deh. Bergelas-gelas teh abis. Well actually, Cuma tiga gelas. Tapi cukup banget buat kandung kemih saya meronta-ronta. Ditambah lagi dengan udara Malang yang mulai menunjuk kan orisinalitasnya. Malang menjelang penerimaan mahasiswa baru memang selalu begini. Jauh lebih dingin daripada bulan-bulan biasanya. En imbasnya saya jadi harus bolak-balik WC.

Teh emang punya efek relaksasi yak? Saya jadi relaks banget. Sampe lupa kalo ada aksi peringatan hari apa gitu (ini sih kayaknya disengaja deh).

I had tea en honey. Madu kaliandra katanya. En what is madu kaliandra means? FYI, madu kaliandra tu madu dari bunga rumput. Kalian tau bunga rumput? Bunga kecil berwarna kuning yang harumnya kalah jauh dari mawar. Bunga kecil ini juga kalah telak indahnya dari bunga-bunga lainnya. Tapi bunga rumput ini selalu dihinggapi lebah. Dari bunga ini dihasilkan madu yang lezat sekali. Warna madunya juga agak beda dengan madu dari bunga-bunga lainnya. What to describe it? Hmmm…. Warnanya agak kuning, krem, atau coklat muda sekali.

What I’m trying to say is, benda sekecil dan sesederhana bunga rumput saja bisa menghasilkan manfaat. Lantas, apa yang bisa dilakukan manusia? -Benda- besar dan kompleks yang katanya adalah pemimpin dunia ini? Tentu kita nggak mau kalah dengan bunga rumput. Yang dalam kesederhanaannya memberikan sarinya untuk dijadikan madu oleh lebah. Tentu kita tidak mau menjadi pecundang-yang-Cuma-numpang-makan-dan-pipis-di-bumi-ini-menghabiskan-jatah-air-dan-oksigen-dunia.

Betul tidak?

Sabtu, 21 Mei 2005 

SHUT UP!!!

There you go
You’re always so right
It’s all a big show
It’s all about you

You think you know
What everyone needs
You always take time
To criticize me

It seems like everyday
I make mistakes
I just can’t get it right

It’s like I’m the one
You love to hate
But not today

So shut up, shut up, shut up
Don’t wanna hear it
Get out, get out, get out
Get out of my way
Step up, step up, step up
You’ll never stop me
Nothing you say today
Is gonna bring me down

There you go
You never ask why
It’s all a big lie
Whatever you do

You think you’re special
But I know, and I know
And I know, and we know
That you’re not

You’re always there to point
Out my mistakes
And shove them in my face

It’s like I’m the one
You love to hate
But not today

So shut up, shut up, shut up
Don’t wanna hear it
Get out, get out, get out
Get out of my way
Step up, step up, step up
You’ll never stop me
Nothing you say today
Is gonna bring me down
Is gonna bring me down

Will never bring me down

Don’t tell me who I should be
And don’t try to tell me what’s right for me
Don’t tell me what I should do
I don’t wanna waste my time
I’ll watch you fade away

So shut up, shut up, shut up
Don’t wanna hear it
Get out, get out, get out
Get out of my way
Step up, step up, step up
You’ll never stop me
Nothing you say today
Is gonna bring me down

Shut up, shut up, shut up
Don’t wanna hear it
Get out, get out, get out
Get out of my way
Step up, step up, step up
You’ll never stop me
Nothing you say today
Is gonna bring me down

Bring me down
Won’t bring me down

[Simple Plan]

She Will Be Loved…..

Beauty queen of only eighteen
She had some trouble with herself
He was always there to help her
She always belonged to someone else

I drove for miles and miles
And wound up at your door
I’ve had you so many times but somehow
I want more

I don’t mind spending everyday
Out on your corner in the pouring rain
Look for the girl with the broken smile
Ask her if she wants to stay awhile
And she will be loved
She will be loved

Tap on my window knock on my door
I want to make you feel beautiful
I know I tend to get so insecure
It doesn’t matter anymore

It’s not always rainbows and butterflies
It’s compromise that moves us along
My heart is full and my door’s always open
You can come anytime you want

I don’t mind spending everyday
Out on your corner in the pouring rain
Look for the girl with the broken smile
Ask her if she wants to stay awhile
And she will be loved
And she will be loved
And she will be loved
And she will be loved

I know where you hide
Alone in your car
Know all of the things that make you who you are
I know that goodbye means nothing at all
Comes back and begs me to catch her every time she falls

Tap on my window knock on my door
I want to make you feel beautiful

I don’t mind spending everyday
Out on your corner in the pouring rain
Look for the girl with the broken smile
Ask her if she wants to stay awhile
And she will be loved
And she will be loved
And she will be loved
And she will be loved

Please don’t try so hard to say goodbye
Please don’t try so hard to say goodbye

I don’t mind spending everyday
Out on your corner in the pouring rain

Try so hard to say goodbye

[By: Maroon 5]

I like this song so much…………

SUARA BIADAP ITUW……

@Saya mau protes ama yang bikin lagu “Lebih baek sakit gigi, daripada sakit hati ini….” Atau sama yang nyanyi, siapa namanya? Jamal Mirdad ya? Eh Meggy Z. Ah bodo pokoknya saya protes. Kalo nggak pernah sakit gigi nggak usah ngomong macem2 deh Bang Meg. Kalo sakit ati masih bisa makan, bisa tidur dengan tenang, masih bisa dengerin Eminem atawa Aa’ Chester tereak2. tapi kalo sakit gigi? Suara orang cekikikan aja bisa menimbulkan bara dendam di dada. Huh ni orang2 nggak perasaan banget kali. Ada orang sakit gigi masih bisa cekikikan. Akhirnya jadi misuh2 sendiri deh.

Ceritanya saya lagi sakit gigi. Dari hari senen kemaren. Padahal rabo nya saya mau ditraktir ama Kak Patah bareng Parhan, Mupid, Muhayyat, en Pat Kay (Si Iin jelek ketua Mapala). Adeuh… sayang kan kalo pas hari traktiran saya nggak bisa nikmatin makanan dengan napsu membara. Jadi selasa pagi itu saya langsung ke apotiknya Bu Nur. Sampe sana saya bilang ke Ibu: “Bu, mau beli obat sakit gigi….ini pake bengkak segala Bu pipinya”. Trus si Ibu bilang: “Ini ada Asam Mefenamat buat sakitnya. Trus, kalo bengkak harus di kombinasiin dengen Amoxicillin”. Saya langsung iya-iya ajah. Sekedar inpo, kalo sakit giginya nggak berapa sakit maka minum obat yang diatas aja. Tapi kalo sakitnya nggak ketulungan, beli aja Cataflam. Barangnya kecil banget. Harganya mahal. Satu biji tiga ribu. Wuih, saya rada2 nyesel juga waktu beli itu. Pas buka bungkusnya, saya ngeliat barang kecil banget warnanya kuning. Obat sekecil ini harganya tiga ribu, pikir saya. Jatah makan malem tuh. Tapi sodara2, kasiatnya bener2 oyi! Lu makan tu obat abis itu tidur bentar. Bangun2 dah nggak sakit. Suer! (Wah, seharusnya saya dapet royalti dari produsen Cataflam nih).

Nah, pada saat sebelum makan obat. Yaitu adalah ketika waktu (ancur banget bahasanya) selasa siang yang menyakitkan hati. Siang itu saya pengen tidur aja. Soalnya sakit banget ni gigi. Mulanya saya tidur dengen antengnya. Sambil mengukir pulau sumatra dan selat sunda di bantal saya. Tiba-tiba saya tersentak, Tak! Ada suara-suara biadap yang masuk ke ruang dengar saya. Gruuuuuuuuuunnnnnnnggggggg……….Gruuuuuuuuunnnnngggggg …… Kurang anjar tenan!

Asal tau aja, rumah kos saya itu di pinggir jalan raya. Sebelah kanan berbatasan dengan bengkel mobil. Lantai satu ada wartel en rental komputer yang mana kompornya sering rusak gara-gara suka saya perkosa untuk ngegame aja. Dan sekali2 saya praktek ngerusak registrynya dikit2 walo selalu saya benerin lagi. Di halaman wartel ada orang jual duren (duren….duren….pada kepengen nggak?). Di depan rumah ada bengkel motor. Dan sodara2, bengkel motor ini lah sumber dari suara biadap tadi. Bayangpun! Gigi lagi sakit2nya en lagi amat sangat mengidamkan ketenangan, tiba-tiba diganggu oleh suara motor rusak itu. Rasanya pengen berak! Eh salah. Pengen tereak! Nyak! Minyak! Jadi saya hampiri jendela kamar saya yang posisinya berhadapan ama bengkel motor itu, en saya tereak: “Ojo rame2 po’o Pak!”. Abis itu saya langsung ngumpet. Hehehehe… lempar anjing kaing kaing gitu…. (maksute opo tho Yo?).

Sebenernya saya juga heran ama kemampuan jerit saya. Loro untu i lho, sek iso jerit. Kata temen saya. Artinya: apaan tuh. Katanya sakit gigi, kok bisa jerit2. Tapi ternyata e ternyata suara biadap itu tambah bergema. Tambah keras lagi. Yah, nasip nasip punya kamar front office gini. Selaen deket ama balkon yang artinya bisa dengen semena-mena menjajah balkon di waktu malam sambil mencandai bintang-bintang (aduh saya sampe ngiler), juga harus siap dengerin macem2 suara biadap dari jalan raya en bengkel motor Sekar Jaya itu every fucking day! Akhirnya saya memutuskan untuk berdamai dengan takdir (suit…suiww…bahasanya). Dengan mata masih penuh belek dan pipi tembem sebelah, saya pindah ke kamar adek kos dibagian belakang. Aman, anaknya lagi pada kuliah. Sepi, tenang, dan nyaman…. Oh, terima kasih Tuhan akhirnya saya bisa tidur dengan tenang.

P.S. Ka, apabila suatu ketika engkau mencium bau-bau tak enak di bantalmu…. Berarti itu adalah hasil karya Mbak Yoan mu ini.

12 Mei 2005

Ancur bangsat!

=============End of History============

Melarikan Diri: Ternyata Tidak Butuh Strategi

Sebenernya hari Rabo ini saya ada kuliah. Tapi agak males-malesan gitu. Abis Bapak dosennya dengan santainya pernah bilang di depan kelas (waktu itu saya telat. Jadi dengan mengendap-endap saya masuk bareng temen saya. Dan sialnya, kursi kosong Cuma ada dua di depan meja dosen pas) gini: “Ini perkenalkan, kakak kelas kalian. Apabila ada yang tidak kalian mengerti bisa dikonsultasikan dengan beliau-beliau ini”. Wuih, saya langsung tercekat dan meringis malu. Wong saya ikut kelas ini ngulang kok. Kemaren dapet C. dan dengan semangat perbaikan saya memutuskan ngulang aja. Siapa tau bisa bagus2in IPK. Tapi dengan santai dan sedikit pasang tampang tolol, saya menengok sedikit ke arah penonton, eh maksudnya adek2 kelas saya yang ternyata sodara2, pada nyengir semua. Wah, kena saya dikerjain si Bapak. Nah, Rabo ini sebenernya ada presentasi tentang eksperimen yang harusnya udah dibuat ama saya dan temen-temen yang juga ngulang (kita berenam, jadi malunya bisa ditanggung rame2 gitu…). Tapi saya males banget masuk.

Apalagi saya baru terima kiriman dari Dwi berupa Buku Cerita Gokil yang judulnya KambingJantan. Mungkin buku ini dimaksudkan dwi sebagai hadiah ulang tahun yang sangat terlambat atau bahkan hadiah yang sangat duluan. Lah ultah saya masih bulan desember kok. Nggak tau deh. Ntar saya tanyain lagi ke dia.

Anyway, pada waktu saya sedang asik mbaca en nyengir sendiri, cekikikan dan kalo udah gak tahan cekakan baca ulah si kambing, ha pe saya bunyi. Biar umurnya dah tuwir 5510 itu akan saya pertahankan sampai dia nggak lagi bisa dipake. Lumayan sih, ada radio en MP3 Playernya. Trus dulu ndapetinnya penuh perjuangan pula. Eh, balik ke topik. Jadi ha pe saya bunyi, saya liat dulu siapa yang ganggu ketentreman mbak Yoan baca ni? Eh ternyata Us Us. Temen saya yang ikut ngulang eksperimen.

Angkat….enggak…..angkat….enggak…. Sodara2, yang menang ternyata setannya. Ha pe nya saya angkat tapi saya masukin ke dalem sarung bantal terus saya tutupin selimut biar nggak kedengeran bunyinya. Tapi ternyata Us Us tangguh juga. Dia nelpon lagi dan lagi dan lagi. Sampe enam kali. Gimana ya? Saya jarang2 jadi orang jahat begini. Cuma kalo saya lagi baca buku en males diganggu aja (dan artinya itu sering sekali). Maap ya Us. Pasti Us mau nanya soal eksperimen kita ya? Tapi suer Us! Saya juga lagi error dot com. Nggak punya ide harus ngeksperimenin apa. Jadi….. saya biarkan Us Us berusaha terus. Tuhan toh menilai manusia dari usahanya, bukan dari hasilnya kan? (hehehehehe…. Mari kita cari celah dan buang salah saja).

Adapun saya, tetap di kamar kos yang berantakan ini (temen sekamar yang biasanya rajin beresin kamar lagipulang ke surabaya, jadi saya pikir dia akan seneng banget menemukan keadaan kamar yang naujubillah berantakannya. Saya bisa bayangin dia masuk kamar, trus mulai berkicau: “ Yoan, ta’ tinggal kok nggak di resiki kamare. Wis, gek mengko piye lek awakmu wis nikah? Mosok bojomu sing resik2? Nggak ngerti artinya? Alhamdulillah deh. Kejelekan saya jadi nggak ketauan) dan tetep nyengir sendiri, cekikikan sendiri, dan akhirnya ngakak sendiri gara-gara si KambingJantan yang gokilnya nggak ketulungan.

=============End of History=============

REKA PERISTIWA: PEMBANTAIAN DELAPAN MAHASISWI

Kasus : Pembantaian Delapan Mahasiswi Psikologi
TKP : Lab. Psikologi
Pelaku : Pak Zainul (Z), Pak Yahya (Y), Bu Retno (R)
Korban : Ani, Dian, Ana, Evi, Yoan, Mufid, Ita, Indah

Pembantaian ini terjadi di siang hari. Saat mentari masih bersemangat membakar bumi. Saat kepala-kepala menjadi panas dan otak meleleh.

Korban pertama dengan tenang menghadapi pembantaian. Disusul korban kedua yang mulai agak grogi karena pembunuh kedua (Y) benar-benar menggunakan senjata metodologinya untuk mencincang korban. Dengan terseok-seok, korban berhasil melalui cobaan ini.

Korban ketiga begitu gigih mempertahankan diri. Argumen demi argumen dilemparkan kepada pembunuh-pembunuh haus darah di depannya. R menyerangnya dengan senjata teori hingga korban terdesak dan mengeluarkanm berbagai jurus pertahanan. Ditambah lagi dengan Y yang tidak puas jika belum melihat korban berdarah-darah. Tapi akhirnya korban berhasil selamat walau dengan keadaan yang sungguh mengenaskan.

Korban keempat tidak jauh nasibnya dengan korban-korban sebelumnya. Pertahanannya sangat lemah sehingga pembantai bisa dengan mudah menyerang dari sudut manapun. Korban pulang dengan catatan: merombak apa yang telah ia berusaha perjuangkan hari itu.

Tiba saatnya tokoh utama kita, pejuang kelima maju dengan berani walau sebenarnya sangat kepengin pipis. Pejuang kita (Yo) memulai pertandingan dengan argumen-argumen yang dia pikir logis. Harap maklum, pejuang Yo tidak bisa bicara dengan tempo lambat. Siang itu, para pembantai harus memperhatikan dengan seksama apa yang dikatakan pejuang Yo. Karena sesungguhnya ucapan-ucapan pejuang Yo tidak dapat dibedakan dengan suara air mendidih. Blubub…. Blubub…. Blub…

Yo : Latar belakang saya mengambil tema ini adalah karena bla….bla…bla… sedangkan untuk mencapai kondisi itu, individu haruslah bla…bla…bla… sehingga saya menggunakan metode bla…bla…bla… Adapun alasan saya menggunakan bla…bla… sebagai subjek penellitian adalah karena bla….bla…bla…

Here he comes, senjata nya siap di tangan….

Y : Oke, penelitian ini kuantitatif?

Yo : Eh, kuali Pak (agak bingung)

Y : Kuali? Kalau begitu banyak sekali kekurangannya

Yo : Eh, kalau kuanti apa bisa Pak. Sampel saya Cuma lima orang

(Eh, ini seminar proposal apa bimbingan skripsi? Kok malah jadi tanya jawab begini?)

Y : Kalau korelasi, harusnya kamu pakai kuanti. Bagaimana kamu mengukur Konsep diri dengan observasi dan wawancara? Apa cukup?

Yo : (mulai berkeringat dingin. Aduh gobloknya! Korelasi kok pake kuali). Eh, iya Pak. Jadi sebenernya saya harus pake kuanti ya Pak? (masih nanya lagi. Makanya kalo mau buat proposal itu yang serius)

Y : Iya. Jadi nanti kamu bisa perluas subjeknya. Bisa pake puposive sampling dan penelitiannya jadi penelitian populatif

Yo : (Pura-pura mengerti padahal sumpah! Nggak tau harus ngomong apa. Jadi pejuang Yo nulis semua yang dikatakan oleh Y biar keliatan ngerti dan menghargai)

Y : Nah, kalo begitu malah enak kamu nanti

Yo : (nggak bisa menemukan dimana sisi enaknya. Jadi Cuma manggut-manggut. Dimana enaknya coba? Kalo harus memperluas sampel dan berarti harus buat instrumen yang lebih hebring)

Y : Nanti proposal ini direvisi. Trus dananya minta ke PEMDA

Z : Iya. Nanti saya buatkan rekomendasi

Yo : (Tambah bengong. Kok jadi serius begini? Ya Allah, selamatkanlah hamba-Mu….)

R : Saya masih punya uneg-uneg di latar belakang. Disini tidak terlihat hubungannya antara variabel bebas dan terikat. Juga belum mengungkap permasalahannya. Kalau ini nanti jadi penelitian kuanti, maka rumusan masalahnya juga kurang

Yo : (Haiyyaa! Ibu ini banyak tanya juga. Iya, apa lagi Bu? Tambo cie!)

R : Apakah memang ada pelanggaran kedisiplinan di DPRD? Jadi penelitian kamu ini benar adanya. Tidak sekedar cari-cari permasalahan. Ada fenomena yang kamu teliti.

R : Hubungan antar variabel, gimana?

Yo : Err…. Disini saya tulis bahwa bla…bla…bla… (Honestly, I didn’t know what I was saying. Dan si Ibu keliatan nggak puas sama jawaban I)

R : Oke, mungkin itu juga jadi catatan. Proposal ini harus diperbaiki lagi dengan tambahan-tambahan seperti yang diungkapkan Pak Y tadi.

Yo : (Inggih Bu. Matur sembah nuwun. Sepuntene nggih…)

Z : Saya lihat prosal anda ini tidak mengungkapkan hubungannya dengan Islam. Padahal disiplin itu salah satu ajaran Islam kan?

Yo : (O…o… Asal tau aja pak. Saya buat proposal ini aja Cuma dua hari. Nggak sempet nyari nash-nash nya. Yang penting daftar n resikonya belakangan. Tapi, teruskanlah Pak….)

Z : Jadi, nanti kamu tambahkan hubungannya dengan Islam. Apalagi saya lihat penelitian ini awalnya kan menjurus pada parpol Islam yang notabene semangat keislamannya kuat. Kalau butuh bantuan untuk mengkaji masalah keisalamannya, bisa hubungi saya atau Pak Y nanti.

Yo : (Asik!!! Seminarnya kayak bimbingan skripsi. Dapet masukan banyak banget. Terima kasih Allah. Orang yang saya kira bakal ngebantai abis malah bantuin saya nemuin metode yang sesuai. Dan sambutannya ternyata bagus-bagus aja. Kenapa juga saya pake percaya gosip segala ya?)

Akhinya, seminar yang dimulai jam satu siang itu, selesai jam setengah lima. Dari lab psikologi, keluarlah wajah-wajah kuyu. Sebagian puas. Sebagian masih ndredeg (berdebar-debar. Red). Sebagian kelaperan. Sebagian pengen pipis. Sebagian ngantuk sekaligus pengen makan apa aja. Nggeragas juga ni cewek-cewek……

Sekarang, Yo tinggal bingung bikin angketnya. Bingung minta ijin ke DPRD nya. Bertanya-tanya apa semua anggota dewan bakal mau ngisi angket apa enggak. Wis, dipikir keri ae. Mengko lak konsultasi ambek dosen pembimbing. Lak iso njaluk pertimbangan luwih lanjut. Lak iso njaluk warahi teori opo sing kurang. Lak iso sembarang kalir. Saiki aku cetingan disek…..

Aku Dilahirkan Di Sebuah Pesta Yang Tak Pernah Selesai…

Aku dilahirkan disebuah pesta yang tak pernah selesai

Selalu saja ada yang datang dan pergi hingga hari ini

Ada bunga putih dan ungu dekat jendela dimana mereka dapat

Memandang dan merasakan kesedihan dan kebahagiaan tak ada menjadi miliknya

Ada potret penuh debu, potret mereka yang pernah hadir

Dalam pesta itu entah sekarang di mana setelah mati

Ada yang merindukan kuburan bagi angannya sendiri

Yang melukis waktu sebagai ular

Ada yang ingin tidur sepanjang hari bangun ketika hari

Penjemputan tiba agar tidak merasakan menit-menit

Yang menekan dan berat

Di sana ada meja penuh kue aneka warna, mereka menawarkannya

Padaku, kuterima kucicipi semua, enak!

Itulah sebabnya aku selalu lapar

Sebab aku hanya punya satu, kemungkinan!

Tuhanku aku terluka dalam keindahan-Mu.

[Wiji Thukul]

Aduh Senengnya….

Seneng deh. Tadi pagi di perpustakaan kampus, waktu saya lagi asik liat-liat majalah arsitektur. Pak Penjaga Perpus tiba-tiba nyamperin saya n bilang: Yoan, ini Tempo terbaru.

Wah, saya kaget. Bapak ini kok tau saya seneng baca gratis semua majalah di perpus? Dengan terbata-bata saya mengucapkan terima kasih. Nggak berapa lama, Si Bapak juga ngasih Computer Easy baru ke saya. Diantara berpuluh anak nongkrong, si Bapak ngasih Majalah nya ke saya. Saya…. jadi terharu….

Hik…hik… Makasih Bapak. Semoga amal ibadah mu diterima di sisi Allah…..

« Previous entries