Archive for June, 2005

BERSATU DI TENGAH BADAI*

Satu persatu prajurit itu gugur. Mereka berempat. Semua syahid. Tapi semua hidup. Sebab memang semua syuhada tidak mati di mata Allah. Mereka ada di sana, di sisi Allah menikmati limpahan karunia-Nya. Sebab mereka syahid justru karena mereka ingin memberi kesempatan kepada saudaranya untuk hidup.

Itu cerita tentang empat sahabat Rasulullah SAW yang sama-sama kehausan dalam suatu pertempuran. Tapi air yang tersedia tidak cukup untuk mereka berempat. Maka masing-masing mereka mendahulukan saudaranya. Sampai gelas itu berkeliling tanpa satu pun yang minum. Begitu ia sampai pada prajurit pertama, ternyata ia sudah syahid. Begitu juga yang kedua, ketiga dan keempat. Itu “itsar” dalam bahasa agama kita. semua gugur jadi syuhada. Semua tegak jadi saksi cinta.

Bisa. Bisa. Kita bisa menunjukkan keluhuran tertinggi semacam itu di saat yang paling sulit. Itu bukan sekedar cerita cinta yang hanya bisa diriwayatkan dalam sahabat-sahabat Rasulullah SAW. Kita bisa meriwayatkannya juga dalam kehidupan kita. Seperti pada badai tsunami lalu. Kita bisa bersatu atas nama cinta: maka ketika badai meluluhlantakkan Serambi Mekkah, cinta mengalir kesana lebih dahsyat. Kita bahkan tidak pernah punya sejarah cinta sebagai sebuah bangsa seperti pada peristiwa Tsunami itu.

Sebab ketika Allah mempersaudarakan orang-orang beriman, Ia hanya ingin mengatakan bahwa komunitas sosial kita harus diikat dengan cinta yang lahir dari iman. Hanya dengan begitu kita bisa menemukan kekuatan perekat yang abadi, tembus masa dan ruang, dan bebas dari berbagai perubahan situasi. Di saat persatuan bangsa dipertaruhkan di tengah badai alam atau politik atau ekonomi atau sosial atau keamanan, cinta adalah satu-satunya jawaban.

Cinta yang besarlah yang memungkinkan Rasulullah SAW menyatukan para penghuni jazirah Arab yang nomad, badui dan buta huruf serta tumbuh dalam struktur sosial berbasis kabilah yang kompleks. Seperti ketika Rasulullah SAW menyatukan suku Aus dan Khazraj yang terseparasi dalam perang selama 40 tahun, serta menjadikan mereka semua sebagai kaum Anshar, yang kelak menyatu dengan Muhajirin dari suku Quraisy. Bahkan ketika “kearifan politik” menuntut beliau memberikan semua harta rampasan perang kepada kaum Quraisy yang baru saja masuk Islam, yang terkesan “tidak adil” di hati kaum Anshar, Rasulullah SAW hanya memberikan jawaban cintanya: “Bisakah kalian rela bahwa jatah kalian adalah Rasulullah SAW?” Fathu Makkah bahkan tidak lagi menggoda beliau untuk kembali ke Mekkah. Raganya ada di Madinah. Hatinya ada di dalam hati kaum Anshar. Kaum Anshar menangis. Cinta menghadirkan makna lain dalam kehidupan sosial-politik kita, dan mengangkat kita ke ketinggian ruh yang mungkin sulit dijangkau oleh kepentingan sesaat.

Masih mungkin! Masih mungkin kita menyatukan bangsa yangterdiri dari lebih 300 suku dan bahasa. Bahkan juga bangsa-bangsa dunia Islam. Dengan cinta. Cinta misi. Dan hanya itu.

Oleh: Anis Matta

Jendela Diri

Suatu hari saya browsing dan menemukan situs yang cukup keren. Alamatnya: www.dreamscape.com/morgana situs ini berkisah tentang universe. Semesta alam. Lebih khusus lagi tentang milky way. Galaksi tempat bumi ini berotasi, bimasakti. Saya sangat ingin tahu kenapa galaksi kita ini dinamai bimasakti bukan arjuna wiwaha atau pandawa lima sekalian. But, forget it. Laen kali aja saya cari tau.

So, dalam situs ini saya temukan cerita tentang Merkurius, Venus, Bumi dan permasalahannya, Saturnus etc. Planet-planet, matahari dan bulan yang mengorbit ke bumi. Dalam penjelajahan saya, saya tiba pada halaman yang isinya adalah description of names. Makna nama. Saya yang sudah lama sekali berusaha mencari tau apa arti nama saya langsung berbunga-bunga. I key my name down and voila!!! Situs itu mengungkapkan deskripsinya tentang seorang YOAN:

    As Yoan you have a great love of nature and the out-of-doors, and could have a desire to be in an occupation which takes you outdoors and involves you with the products of the earth. All the finer things of life and beauties of nature are an inspiration to you and you are attracted to the mysteries of nature. Difficulty in expression results in your being too positive, blunt, and candid in speech. Although you are easily offended by others, you do not show it. You crave affection and understanding, but rarely find it as others do not understand you and accuse you of being cool and aloof. 

Saya Cuma bisa heran dan takjub setelah membaca deskripsi itu. That sounds just like me!!! Sebenarnya saya sudah lumayan tau seperti apa saya ini. Seperti apa sifat dan karakter saya. Seperti apa saya memperlakukan orang lain. Walau menurut prinsip Jauhari, dalam diri kita terdapat empat jendela. Ada jendela diri yang terbuka, ada jendela diri yang buta, ada jendela yang tersembunyi, dan ada jendela yang tidak diketahui.

Jendela diri yang terbuka melambangkan semua perasaan, harapan2 kita, sikap, dan ide-ide yang kita sendiri ketahui dan diketahui juga oleh orang-orang lain. Hal2 yang biasanya kita obral ini adalah nama, wajah, agama, suku bangsa, hobi, bahkan pendirian politik kita.
Ada saat kita membuka jendela ini lebar2 dan dengan senang kita mengumumkannya pada dunia. Inilah aku! Tapi ada kalanya kita tidak mau membuka jendela ini dengan luas, mungkin kita hanya membiarkan orang mengintip dari luar. Seluas apa kita mampu membuka jendela diri ini tergantung pada sejauh mana orang lain dapat menerima kita. Yang perlu diingat, semakin banyak kita membuka diri, semakin banyak juga dunia bisa menerima eksistensi kita.

Jendela Diri Yang Buta melambangkan segala hal tentang diri kita yang orang lain tau tapi kita tidak. Contoh kasus, Bau Badan. Banyak yang tidak sadar tentang “semerbak” bau tubuh yang kadang bisa lebih menyakitkan daripada di tendang kuda (?). Juga tentang perangai kita yang ganjil atau kegagapan kita ketika gugup. Kita kadang nggak sadar dengan itu semua, Tapi orang2 disekitar kita tau betul ttg sifat baik dan buruk yang bersemayam dalam diri kita. Ada org yang sangat buta trhadap dirinya sehingga kadang mereka takut mendengar kritik dan pendapat orang lain.  Tapi ada juga yang sangat ingin tau siapa diri mereka yang sebenarya dan selalu menggali pendapat org ttg dirinya.

Yah, ada org yang enjoy aja dengan kritikan tapi ada yang ngerasa kayak disirem aer es di pagi buta. Kaget. Dan efeknya mereka mungkin akan terus merenung menyesali diri atau dengan segera membentengi diri dengan apologi. Jadi biarpun kita ngerasa tau banyak ttg seseorang, nggak usah dikasi tau semuanya ke mereka. Pelan2 aja. Biar lebih ngena.

Jendela Diri Yang Tersembunyi, adalah lambang dari segala yang kita tau tapi kita nggak mau orang laen tau. Jendela ini adalah diri kita yang kita rahasiakan. Misalnya, cowok2 yg lagi PDKT berusaha nyembunyiin dengan keras ke gebetannya kalo sebenernya mereka tu suka “ngebom” dengan kekuatan penuh n masih ditambahin lagi dengen bau telor busuk yang menguar bersama angin yang berhembus. Sampe2 pada waktu lagi jalan bareng gebetannya, amunisi yang udah mau keluar ditahan2 sampe mukanya berubah pucet en berwarna ijo. Tergantung tipe orangnya juga sih. Karna ada orang  yg saking ekstrovert nya semua mua diceritain dengan polos. Ada orang yang selalu jaim. Mereka bakal ngomong tentang apa aja yang memenuhi dunia ini kecuali ttg diri mereka sendiri.

Ada jendela Diri Yang Tak Diketahui. Jendela ini sebenarnya menggambarkan diri kita sesungguhnya. Tapi kita nggak tau dan org2 juga gak ada yg tau. Pertanyaannya, kalo kita nggak tau en org2 juga gak tau, gimana kita bisa tau bahwa diri kita itu “ada”? Kita bisa tau ttg sisi diri kita yang satu ini ketika suatu saat kita menyadari ada hal baru yang nggak pernah kita katakan atau lakukan sebelumnya. Hal-hal diluar kebiasaan yang tiba2 muncul kadang merupakan cerminan diri kita yang tidak kita sadari ada.

Sumber lain adalah mimpi. Menurut Psikoanalisa Freud, mimpi adalah manifestasi dari keinginan bawah sadar yang kita tekan kuat2 hingga nggak muncul di alam nyata. Kayak lagunya The Groove yang syairnya: Bagaimana bisa kau hadir di mimpiku padahal tak sedetik pun ku rindu dirimu…… Kita  emang ngerasa nggak mikirin sesuatu atau seseorang, tapi bisa jadi hal tersebut sudah lama ada di benak kita tapi nggak kita kasi kesempatan untuk diekspresikan. Jadinya mimpi deh. Ada juga kasus anak yang mimpi ngebunuh bapaknya padahal di kehidupan nyata hubungan anak beranak itu baek2 aja. Setelah diselidiki ternyata dulu si bapak pernah marahin anaknya sampe2 si anak kepengen ngebunuh bapaknya itu.

Cara lain buat mengetahui jendela diri kita yang sebenarnya adalah dengan tes psikologis yang bisa kita dapet dari para psikolog (ehm… promosi profesi ceritanya). Sebenernya banyak situs yang kasi layanan tes psikologis gratis. kita tinggal ngisi angket di situs itu terus submit. Keluar deh hasilnya. Coba aja kunjungi http://similarminds.com, www.spods.net/personality, http://blogthings.com

Tapi sekali lagi saya sadar bahwa manusia selalu ingin tau tentang dirinya. Manusia selalu haus akan segala yang berbau dirinya sendiri. Mereka terus menggali dan menemukan kelebihan dan kekurangannya. Ada yang bisa menyikapi nya dengan bijak, ada yang serta merta tidak terima karena interpretasi yang dianggap tidak mencerminkan dirinya. Padahal bisa jadi hal itu disebabkan pertahanan individu yang terlalu kuat sehingga ia tidak mau mengakui bahwa itulah dirinya yang sebenarnya.


Yang jadi catatan, anggapan kita terhadap diri kita sendiri sentiasa berubah-ubah dari waktu ke waktu. Kadang perubahannya perlahan, tapi bisa juga drastis. Dan itu semua tergantung kepada sejauh mana kita memahami diri kita sendiri. Ketika kita ”sadar” siapa diri kita sebenarnya, di mana tempat kita berada di alam semesta dan ke manakah tujuan hidup kita, maka akan lebih  mudah bagi kita merumuskan hidup.

Usaha kita memahami diri nggak lepas dari ibadah karena “Man ‘arofa nafsahu, ‘arofa Rabbahu”. Barang siapa yang memahami diri sendiri, ia akan dapat memahami Penciptanya. Dengan memahami Pemilik Hidup ini, kita bakal lebih mencintai-Nya, insya Allah. Dan ketika cinta sudah meraja, apapun akan kita lakukan untuk Kekasih kita.
Betul tidak?
Well, selamat menemukan jendela baru :-)

24 Juni 2005
Sebuah renungan untuk diri sendiri
yang selalu merasa hampa

 

Renungan dari Bu Sri

Satu sore ruang dengar saya menangkap
suara seorang perempuan yang memperkenalkan diri sebagai Sri something di
sebuah radio swasta kota Malang. Ibu ini membawakan acara renungan sore yang
sarat dengan Kristenisasi. Tapi terlepas dari siapa yang mengatakannya, sebuah
kebaikan tetap adalah kebaikan kan? Bukankah “Undzur maa qoola wa laa tandzur
man qoola”? Dan kali itu temanya adalah tentang bagaimana kita memperlakukan
orang miskin. Si Ibu mengisahkan penggalan cerita dari Bible ttg zaman ketika
para petani gandum tidak memanen seluruh gandum yang ada di ladang mereka
melainkan menyisakannya di pohon atau membiarkannya tercecer di tanah untuk di
ambil oleh orang2 yang tidak mampu. Pun ketika si Ibu masih tinggal di kawasan
pelabuhan Tanjung Priok. Ia menemukan orang2 yang mengambil minyak dari tanki2
yang bocor dan tidak ada yang mempermasalahkan hal tersebut. Seolah semua orang
mempersilahkan minyak itu sebagai jatah bagi orang2 tidak mampu yang tersebar
di kawasan Priok. Kemudian Si Ibu bertanya, Bagaimana dengan diri kita
sekarang? Apakah kita sudah memperhatikan hak2 sodara2 kita yang tidak mampu?
Apakah pernah terpikir untuk menyisihkan lima persen saja dari uang saku kita
untuk membantu saudara2 kita? Apakah pernah tersirat di benak kita untuk sekedar
menyisihkan sejumput beras yang kita masak sehari2 untuk membebaskan saudara2
kita dari kelaparan hari itu?

Sesaat setelah mendengar pertanyaan itu saya
merasa tertampar. Betapa saya sangat egois karena sering kali mengeluh dengan
kekurangan uang yang jadi masalah rutin tiap bulan. Betapa egoisnya saya yang
menganggap penderitaan saya amat berat. Padahal di luar sana ada jiwa-jiwa yang
lebih kekurangan dari saya. Bahkan untuk makan sekali sehari pun mereka harus
membanting tulang atau melepaskan harga diri dengan mengemis.

Pasti ada yang langsung berkomentar, dalam
Islam kan sudah ada konsep zakat, shodaqoh dsb. Ya memang benar. Islam sudah
mengatur semuanya. Tapi kebanyakan kita memang pintar di teori tapi memble
dalam kerja nyata.

Memberi sekedar lima ratus rupiah atau
sebungkus nasi mungkin memang bukan solusi yang mendasar yang bisa membebaskan
umat dari kelaparan dan meminta-minta. Tapi setidaknya itulah yang bisa kita
lakukan untuk membantu saudara2 kita yang menadahkan tangan dan tidak mampu mengadakan
usaha lain. Yang bagus memang dengan memberi mereka modal untuk
menjalankan roda bisnis sendiri. Atau merombak sistem yg berlaku. Tapi kalau itu tidak bisa kita lakukan sekarang, kenapa
kita tidak melakukan apa yang bisa kita bantu saat ini? Ketimbang sekedar
mencela dan menghujat pemerintah dan tidak melakukan apa2 untuk membebaskan
sudara kita dari kelaparan hari itu. Karena bagi saudara kita yang ditimpa
musibah kelaparan, bukan seminar atau talk show yang mereka butuhkan. Mereka
butuh bahan pangan dan gizi yang cukup. Mereka butuh kerja nyata. Bukan sekedar
teori yang kita teriakan di ruang seminar ber-AC. Alangkah baiknya bila kita
tidak hanya menyuarakan penderitaan mereka tapi juga langsung turun dan
membantu kebutuhan pangan mereka.

Kadang kita memang seperti terobsesi pada hal-hal
“besar” sampai melupakan hal2 kecil yang juga urgen……

24 Juni 2005

Amfibi atau Setan?

Aku ingin jadi amfibi.
Yang dengan tenang bergelung dalam air.
Yang tanpa takut merangkak menuju daratan yang menjanjikan.

Aku ingin jadi amfibi.
Yang bisa survive hidup di dua dunia berbeda.
Tanpa takut kehilangan nyawa.

Aku ingin jadi amfibi. Mungkin agak aneh bagi penghuni air.
Dan kadang dicibiri makhluk daratan.
Tapi yang terpenting aku bisa HIDUP dan bermain dengan riang.

Apakah terlalu muluk keinginanku ini?

Ataukah aku harus berteman dengan setan?

Maafkan aku wahai dunia…………..

Brain Writing: Lebih Jauh Tentang Kepribadian Kamu

Sebuah Permainan Gambar.

Kalau ada orang yang minta kamu memilih satu diantara empat bentuk ini, mana yang kamu pilih? LINGKARAN? SEGIEMPAT? SEGITIGA? Atau GARIS BERLEKUK TAK BERATURAN?

Simbol-simbol ini bisa menunjukkan orang seperti apa kamu itu. Bisa juga dipake untuk ngetes karakter calon suami atau calon istri J

Kalau LINGKARAN adalah yang pertama kamu pilih, maka itu bisa berarti dalam hidup ini kebutuhan akan kasih adalah yang paling penting buat kamu. Kamu akan merasa nggak bahagia dalam hidup dan pekerjaan kalau nggak ada orang yang bisa diajak berbagi hidup. Nggak ada “Object of Affection”. Kamu juga bukan tipe agresif dan suka musuhan. Singkatnya, kamu lebih suka BERMAIN daripada BERKELAHI.

Apabila SEGIEMPAT adalah bentuk pertama yang menarik hati kamu, maka itu bisa berarti bahwa disiplin dan perintah adalah hal yang paling penting dalam hidup kamu. Orang-orang yang beraliran segiempat adalah individu-individu yang termotivasi oleh rasa aman dan senang bekerja. Kamu juga mempunyai pemikiran untuk membangun sesuatu dan sangat menikmati berpikir tentang hal-hal yang berkaitan dengan rumah. Orang-orang segiempat logis, praktis, dan merupakan jenis orang yang dapat dimintai bantuan.

SEGITIGA. Kalau kamu pertama kali memilih segitiga, itu bisa berarti bahwa kebutuhan akan kekuatan adalah hal yang paling penting dalam hidup kamu. Segitiga juga merupakan simbol seks. Sebuah bentuk yang mendorong lebih jauh dan melepaskan energi lebih besar dibanding dengan bentuk lainnya. Orang-orang segitiga biasanya ingin cepat mengatasi masalah. Kamu juga tahan banting. Karena kamu adalah tipe pemikir mandiri dan tahan pada posisi sulit diantara yang lain. Biasanya, need of achievment kamu tinggi dan kamu punya kecenderungan untuk meraih suatu penghargaan dan selalu bertindak.

Tapi kalau GARIS BERLEKUK TAK BERATURAN yang jadi pilihan kamu, itu tandanya kamu kreatif. Imajinasi adalah motivasimu yang paling utama. Biasanya, kamu kurang suka rutinitas, nggak suka ketepatan waktu, protokoler, n kegiatan yang monoton. Mayoritas, orang-orang ini nggak suka sama batasan-batasan.

Gabungan Simbol

LINGKARAN, kemudian segiempat:

Cinta datang pertama kali. Simbol kedua menyiratkan kebutuhan akan rasa aman untuk mempertahankan cinta tersebut. Caranya adalah berusaha tetap berada dekat dengan tempat tinggal, keluarga, dan teman-teman. Bagi yang memilih dua bentuk ini, materi atau kebutuhan duniawai itu nggak terlalu penting.

LINGKARAN, kemudian segitiga:

Motivasi utama masih cinta. Diikuti dengan kebutuhan akan kekuasaan dan seks. Kamu bisa saja pandai bermain dan penuh hasrat dalam kedua hal tersebut.

LINGKARAN, kemudian garis berlekuk:

Kalo ngomong soal cinta, kamu idealis banget. You’re longing for somebody, tempat kamu bisa melepaskan seluruh hasrat dan ide-ide kamu. Kamu menginginkan pasangan yang sempurna dan bakalan pake metode paling imajinatif untuk menemukan orang pilihan kamu itu.

SEGIEMPAT, kemudian lingkaran:

Kalo kamu dah ngerasa aman dan nyaman di rumah, maka kamu akan mencari seseorang untuk berbagi kenyamanan “sarang” kamu. Keluarga adalah hal paling penting dalam hidup kamu. Hal yang paling kamu butuhkan adalah menjaga kedamaian dan keseimbangan hidup.

SEGIEMPAT, kemudian segitiga:

Bagi kamu, keamanan adalah hal yang paling penting dalam hidup. Kalo ada orang atau sesuatu yang mengancam keamanan kamu, kamu nggak ragu buat melawannya. Yah, karena kamu dikaruniai kecerdasan lebih, kamu akan menghadapi masalah dengan persepsi tajam dan kekuatan yang bisa diterima oleh rasio.

SEGIEMPAT, kemudian garis berlekuk:

Kamu punya pemahaman yang bagus, terhadap apa saja. Kamu juga logis dan praktis. Tapi disisi lain kamu desperate dgn rutinitas. Yang kamu mau adalah keaneka ragaman dan PERUBAHAN.

SEGITIGA, lalu lingkaran:

Kamu punya kebutuhan yang besar buat mengekspresikan kasih dan termotivasi oleh ekspresi seksual. Kamu ingin BERTINDAK dan selalu dikelilingi banyak orang.

SEGITIGA, kemudian segiempat:

Kamu termasuk orang yang bisa berpikir tenang dalam suatu keadaan yang bikin stres. Kamu bisa melihat apa masalahnya dan memecahkannya tanpa terbawa emosi. Itu karena kamu punya pemahaman yang baik dan sabar.

SEGITIGA, kemudian garis berlekuk:

Kamu unik, kreatif, dan agresif. Nggak mengenal batas dan penuh inovasi .

GARIS BERLEKUK-LEKUK, kemudian lingkaran:

Hidup bagi kamu, selalu tampak indah. Imajinasi membawamu ke dalam suatu falsafah dan keyakinan spiritual.

GARIS BERLEKUK-LEKUK, kemudian segiempat:

Meskipun rumah dan lingkungan adalah hal yang penting buat kamu, kamu masih haus akan sesuatu yang baru dan menantang. Kamu sangat kreatif tapi kurang mampu menjaga keseimbangan antara keamanan dirimu dan hasrat untuk berpetualang.

GARIS BERLEKUK-LEKUK, lalu segitiga:

Kamu nggak pernah berhenti bergerak. Sangat kreatif. Orang lain akan beranggapan bahwa hidup bersama kamu sangat menantang. Kamu punya hasrat untuk berpetualang dan menyukai keanekaragaman. Kamu juga nggak Cuma bisa omong doank. Tapi kamu cenderung untuk bertindak.

Eit, jangan percaya buta sama diagnosa ini. Kadang-kadang memang cocok dengan kepribadian tertentu. Tapi, ada juga yang nggak setuju. Yah… namanya juga usaha J

[Dari Brain Writing, Irene B. Levitt]

Gud Bai Mai HaPe….

Pernah nggak ngerasain nggak punya duit sampe kudu jual barang? Saya sih sering banget. Dan situasi bokek begitu kebanyakan karena salah saya sendiri.Kayak sekarang ini. Saya heran sama diri saya sendiri kok bisa-bisanya ngelupain jadwal pembayaran SPP yang Cuma seminggu waktunya.
Saya pikir bulan ini saya nggak punya tanggungan apa-apa, jadi saya berani beli kacamata baru. Selain itu emang kacamata saya sangat perlu diganti. Min nya nambah sekarang jadi 6 ½. Ehmm… sebenernya alasan utama saya ngotot ganti kacamata adalaah karena…..

Pada suatu malam yang kelam. Lampu ruangan dimatikan. Gelep deh. Saya baru aja selese solat dan sepeerti biasanya berjalan ke arah jendela untuk ngeliat bulan. Baru satu langkah kaki saya berpijak pada suatu barang keras yang sejuk-sejuk gimana gitu. Trus kedengeran bunyi Krakkkk…. Ya Allah, itu kacamata yang saya injek!!!. Peyot deh. Ck..ck..ck.. mungkin pada heran ya ama kecerobohan saya yang naro kacamata di sembarang tempat. Iya nih, saya kok ceroboh banget ya? STTB ama DANEM aja bisa ilang (huhuhuhuuu… kata Duwi harus minta surat keterangan dari polsek).

Gitu ceritanya. Jadi saya harus ganti kacamata. Akhirnya saya ke optik dan terkaget-kaget dengan harga yang harus saya bayar. Jatah sebulan abis deh. Mau nggak mau, dengan menekan rasa malu sampai ke dasar jurang perasaan yang paling dalam, saya telpon rumah en minta dikirim lagi. Kalo nggak dikirim lagi bisa jadi bocah Somalia saya bulan ini. Kering kerontang. Dikasih lagi sih, tapi Cuma seratus ribu. Cukup buat makan, bayar listrik en telpon ama beli kartu net 10 jam/Rp. 17.500.

Kemudian datang lagi kejutan yang bikin saya cengar-cengir sendiri. Temen saya ngasi tau kalo tanggal 18 juni adalah hari terakhir buat bayar praktek ngajar en tanggal 28 juni terakhir bayar SPP. Wakakakakakakkaa…saya ketawa nggak berenti-berenti saking putus asa nya. Duit setengah juta saya dapet darimana? Mau minta lagi? Nggak mungkin. Malu lah. Ada kepikiran buat ngerampok Bank, tapi mikir-mikir lagi. Kalo saya ketangkep terus ditembak gimana? Saya kan masih mau punya anak yang bakal saya namain Bening, Hening, Izzuddin Al-Qossam, Tegar, ***** (sensored, kalo saya tulis ntar ada yang ke ge-er an). Hehehhehehe…..
Yang lebih lucu lagi, duit di wartel yang saya jagain ilang 90 ribu!!! Huahahahahhahaha….. wakakkakakakakakkaa…. Lucu lucu…. Hidup ini emang nggak tanggung-tanggung mau ngerjain saya. Salut deh.

Akhirnya setelah puas ketawa sampe berlinang aer mata en aer liur, saya mikir-mikir apa ya yang bisa saya jual? Jual diri? Nggak mungkin ah. Nggak bakal laku. Apa jual temen saya aja ya? (heheheheh becanda Nit, jangan diambil ati. Bayarin SPP saya mau?). jual komputer? Wah, skripsi saya blom kelar. Kalo disuruh ngerental males saya bawa buku-buku ke luar. Hehehehe (saya dari tadi ketawa mulu ya?), dan pandangan saya tertumpu pada henpon yang saya sayangi. Ini nih yang kayaknya bakal saya lego. Dengan perasaan kasih sayang yang mendalam, saya elus-elus henpon saya. Saya keluarkan sim card nya. Maap ya Pon, Henpon. Kita harus berpisah demi masa depan kita bersama. Saya masih harus kuliah Pon. Dan Cuma kamu yang bisa bantuin saya. Tidak akan saya lupakan saat-saat kebersamaan kita. Saat-saat kita ngerjain orang. Saat-saat kita bercanda bersama. saat saya nangis karena baca sms2 yang bikin terharu. Huhuhuu. Lagian saya udah nggak jadi orang penting lagi sekarang Pon. Jadi keberadaan kamu di sisi saya tidak terlalu urgen. Pon, saya doakan semoga engkau bahagia bersama sahabatmu yang akan datang….

Emang harta benda itu nggak bakal bisa selamanya ada di tangan kita. jangan sampe deh kita jadi terobsesi ama mereka en ngerasa nggak berarti tanpa harta benda. Kalo ada yang bilang; “hari gini nggak punya hape?” saya akan jawab; “Biarin nggak punya hape, asal saya masih Muslim dan masih bahagia. Kebahagian orang toh nggak diukur dengan punya hape atau enggak” (hayo lo nggak nyambung yak?)

Jadi temen-temen, kalo ada yang hubungin hp saya tapi nggak nyambung2, yah you know lah keadaannya. Kalo ada yang sms tapi pending terus, sabar aja. Saya masih numpang buka simcard di hape temen saya. Suatu saat nanti sms kamu akan saya bales. Atau kalo udah nggak bisa meredam rindu ingin denger suara saya yang cempreng tapi ngangenin ini, telpon aja ke kos-an. Oke sodara?

16 juni 2005

Saya Belajar

Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya.
Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai…

Saya belajar,
bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya…

Saya belajar,
bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian pada saya….

Saya belajar,
bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik….

Saya belajar,
bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh.Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati…

Saya belajar,
bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya….

Saya belajar,
bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan saya dan untuk itu saya harus memaafkannya……

Saya belajar,
bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain….,
kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus….

Saya belajar,
bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya…

Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat merubah orang yg saya sayangi, tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri….

Saya belajar,
bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan….

Saya belajar,
bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda,
tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda….

Saya belajar,
bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi
yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya….

Saya belajar,
bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati….

Saya belajar,
bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya…

Saya belajar,
bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis….

Saya belajar,
bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai…

Selera Humor-Mu Memang LUAR BIASA!

Aku hanya bisa berharap tidak kehilangan rasa
humor menghadapi lelucon-Mu, dalam hidup yang
sungguh sangat lucu ini

Terima kasih Allah, karena saat menciptakan ku
dulu mungkin Engkau sedang tertawa, sehingga aku
selalu bisa tertawa.
Pun di saat tawa adalah anomali.

Terima kasih Allah karena Engkau memberi kemampuan
untuk tertawa sebagai keajaiban terbesar bagi jiwaku.

Sehingga tidak henti-hentinya aku tertawa.

Menertawakan diriku sendiri

Menertawakan situasi tanpa harapan yang sering
sekali ku hadapi………

Kapankah ooo kapankah?

Ujian skripsi
tanggal 11 juli 2005. Saya blom ngapa-ngapain. Yang begini mau lulus akhir
2005. kok jadi sangsi ya? Sangsikanlah! Pertunjukan fantastis dari timur tengah
(apaan lagi nih? Kagak jelas amat). Kapan ya saya mau mulai konsultasi ke dosen
pembimbing. Aduhhh…rasanya berat banget. Apalagi kalo liat si Ibu yang sekarang
lagi hamil muda. Alamakjang…… orang hamil biasanya tambah sensi ya? Huhuhuhu
gimana nasib saya selanjutnya?

Apa ada yang
tau caranya bisa ikut ujian skripsi tanggal 11 juli tanpa ngerjain skripsi?
Ngimpi banget kayaknya. Kalo katanya yang dibuku dead poets itu SEIZE THE DAY!
Raihlah kesempatan! Gimana nih Yo? Kamu dah ngambil kesempatan yang ada blom?
Bukannya selama ini kamu selalu nggampangin masalah sampe lama2 kerasa berat,
baru kamu sadar? Yoan yoan…. Kenapa nggak berubah2 juga sih? Kebiasaan
deadliner gitu mah jangan dilestarikan donk. Iya kalo nanti bisa jadi wartawan.
Lho? (yah, yg biasanya dikejer deadline kan wartawan. Jd sebenernya saya ini
cocoknya jd wartawan. Hehehehe)

Setelah
berpikir-pikir dan merenung-renung sampe kacamata turun ke ujung idung, saya
sadar juga kalo saya itu lebih bisa kerja cepet dibawah tekanan. Wah, mental
pejuang nih, hehehehe (hah?). contoh aja, dulu jaman sma dimana pisika selalu
menimbulkan bara dendam didada, kalo saya belajar bener2, ngapalin rumus en
turunan2nya semalem sebelum ulangan, saya bisa ngerjain soalnya. Hebat ya?
Well, bisanya hari itu aja. Giliran besok dibahas lagi udah lupa gimana
caranya. Sampe kadang heran sendiri, apa bener soal2 ini saya yg ngerjain?

Waktu kelas dua
sih enak. Saya sebangku ama Nduk (panggilan kesayangan anak sekelas karna dia
kl ngomong medok bgt jawanya) yang pinter pisika. Sampe2 saya jadi malu sama
org jawa (STOP! Dilarang sukuisme!). nah, kalo dah ulangan kita bedua praktek
ilmu yang telah kita pelajari bertahun2 di biologi. SIMBIOSIS MUTUALISME.
Bahasa gampangnya, tuker2 an kemampuan lah. kalo ulangan pisika, saya
menggantungkan seluruh hidup ke dia. Kalo ulangan bahasa inggris, giliran saya
yg jadi Hero bwt dia. Mutualisme kan? Jadi jangan salahkan praktek kami ini.
Toh sudah diajarkan di sekolah sejak kapan tau (biasalah, cari celah buang
salah).

Nah, jadi
kapankah Yoan akan mulai menggarap skripsinya itu? Yah…. Masih merupakan
misteri Ilahi mungkin. Kita hanya bisa berharap kebiasaan deadliner nya nggak
kambuh lagi. KARENA NGGAK MUNGKIN BUAT ANGKET, NYEBARIN ANGKET, EN INTERPRETASI
HASIL PENELITIAN DALAM WAKTU TIGA MINGGU!!!! BELOM LAGI PEMBAHASANNYA!!!
Hhhhhhhh….. capek juga abis tereak-tereak.

Moral of the story:
jangan biasakan menghapal rumus karena nggak bakal bisa apal kecuali yang bisa
ngapalin. En, setiap kali mo nunda pekerjaan, bayangin gimana rasanya udah
tanggal tujuh tapi kiriman blom dateng juga. (gak tau deh nyambung apa nggak.
Tapi kalo bisa liat benang merahnya berarti mata kamu kelainan. Wong disini
nggak ada gambar benang merah kok :P)

Tuhan ku, aku capek……

Tuhan, kapan semua ini berakhir? 
Aku lelah.
Apakah aku bisa mengakhirinya dengan indah?
Seems like i’ve burnt coz the fire that i lit by my self…

« Previous entries