Sebuah Tanda Tanya Besar
Pernahkah kalian mendengar atau membaca tentang Sybil? Gadis yang punya banyakkepribadian dalam dirinya. Saya membaca kisah nyata yang ditulis Flora Rheta Schreiber ini pada semester awal perkuliahan saya. Waktu saya masih sangat berminat pada psikologi abnormal dan psikopatologi. Buku itu seperti bacaan wajib yang tidak masuk dalam daftar referensi kuliah. Tapi kalau anak psikologi sampai belum pernah membaca atau minimal mendengar tentang Sybil, maka status nya perlu dipertanyakan (iya nggak sih?). Well, bukan apa-apa, kasus multiple personality yang diekspos masih sangat jarang. Baru-baru ini saya membaca buku berjudul "24 Kepribadian Billy". Dari judulnya tentu sudah dapat ditebak buku ini tentang apa. Yupz! Bener banget. Tentang Billy yang punya 24 kepribadian :D.
Billy hidup bersama 23 "orang" dalam dirinya. Billy sering kali kehilangan orientasi akan waktu dan tempat. Kadang ia sadar dirinya sedang melukis di kamarnya, tapi kemudian ia sudah berada di tempat lain dengan pakaian yang berbeda tanpa ia ingat kapan ia pergi, kapan ia berganti pakaian. Yah, semacam itu lah. Yang paling parah, kepribadian-kepribadian dalam diri Billy juga melakukan tindak kriminal tanpa Billy sendiri pernah sadari. Tidak tanggung-tanggung, tiga orang mahasiswi jadi korban. Mereka diculik, diperkosa, kemudian di rampok. Billy ditangkap dan dipenjara untuk kemudian diproses ke pengadilan. Tapi kemudian Billy dibebaskan atas dasar kegilaan.
Billy mulai dirawat. Ternyata ada "orang-orang" yang menguasai tubuh dan pikiran Billy. Arthur, berkebangsaan Inggris yang paling pintar di antara mereka semua. Ragen, si kuat dari Yugoslavia. Reaktif dan paling diandalkan dalam keadaan berbahaya. David, anak laki-laki berumur 8 tahun. Menyerap rasa sakit yang diderita tokoh lainnya. Allen, yang biasanya berhadapan dengan orang luar. Adalana, lesbian kesepian yang"memakai" tubuh Billy dalam kasus perkosaan itu. Masih ada 19 kepribadian lain yang bersembunyi dalam tubuh Billy. Mereka keluar apabila situasi memungkinkan mereka untuk tampil di tempat utama, sebutan untuk posisi publik. Bisakah kalian bayangkan hidup dengan 24 kepribadian dalam satu tubuh. Tidak tahu mengapa suatu hal bisa terjadi. Mengapa berada di tempat ini. Apa yang terjadi pada diri sendiri. Ditangkap, karena kesalahan yang sama sekali tidak disadari?
Sulit sekali untuk menyatukan kembali kepribadian2 ini. Seperti tidak cukup saja satu kepribadian dalam dirinya ya? Well, bukan kemauannya dia sampai "terganggu" seperti itu. Billy pernah mengalami pelecehan seksual dan penganiayaan yang dilakukan oleh ayah tirinya waktu dia kecil dulu. Dan ini lah awal dari pembentukan kepribadian2 dalam diri Billy. Sebuah mekanisme pertahanan diri yang bisa "menyelamatkan" Billy. Sebagai perbandingan, ada juga novel karangan Marry Higgins Clark tentang kepribadian ganda ini. Judulnya "All Around The Town". Tokoh utamanya adalah seorang gadis yang semasa kecilnya dulu pernah mengalami hal yang juga dialami Billy. Gambarannya seperti ini. Si gadis yang waktu itu masih balita diculik dan dilecehkan secara seksual. Bukan Cuma sekali. Tapi berkali-kali. Selama berbulan-bulan. Gadis ini kemudian memutuskan untuk "tidur". Pada saat ia "tidur", ada tokoh yang diciptakannya untuk menggantikan posisinya saat itu. Jadi si gadis "terhindar" dari perbuatan keji itu. Tokoh yang diciptakannya lah yang menanggung penderitaannya. Agak rumit ya?
Setelah mendapat perawatan intensif, keadaan Billy membaik. Tapi tidak dengan kondisi masyarakat. Masyarakat tidak mau menerima kenyataan bahwa Billy "sakit". Media juga membuat situasi semakin parah. Billy bukan orang yang tegar, tapi ia berusaha untuk itu. Tapi pemberitaan yang memojokkan posisinya membuat kondisi psikis nya memburuk. Billy yang sudah mulai terfusi, terpecah lagi. Saya pun bertanya-tanya, apakah kita, manusia memang begitu. Sulit memberi kesempatan kedua. Selalu dipenuhi ketakutan-ketakutan dan kekhawatiran-kekhawatiran. Coba saja liat para eks napi. Eks PSK. Apa mereka bisa dengan mudah mendapat kepercayaan masyarakat? Kadang malah orang2 yang sudah punya niat untuk nggak mengulangi perbuatannya terpojok oleh reaksi masyarakat dan stigma-stigma miring yang terlanjur melekat kayak plester obat yang direkat terlalu erat. Bahkan udara susah sekali menembus kulit jadinya.
Back to the story, ceritanya panjang. Tapi buku ini bagus sekali. Jadi kalau lewat toko buku dan menemukan buku berjudul: "24 Kepribadian Billy" yang ditulis oleh Daniel Keyes, jangan ragu untuk membaca nya.


