Archive for November, 2006

Baksos Lagee!!!


Bakos lagee!!!
Baksos kali ini di desa Kucur, kecamatan Dau, kabupaten Malang. Kabarnya
penduduk desa ini dulu mayoritas muslim, tapi sekarang muslimnya tinggal 25 %
sodara! Desa ini emang jadi target misionaris yang nganggep penduduknya adalah
"domba2 tersesat yang harus dituntun kembali ke jalan kristus". Udah
ah nggak usah dibahas, jadi inget
cela2an
ala
Fight Club. Syeremm.

 

Seperti biasa, setiap
baksos ada pengobatan gratis, bagi2 pakaian layak pakai en makanan kaleng. Nah,
sebagai ketapel, saya kemaren nggak ikut survey. Kesalahan fatal tuh. Saya jadi
nggak tau kondisi spesifik masyarakat di sana. Waktu bagi2 PLP kami sempet
bingung karena baju untuk anak2 hampir nggak ada, baju untuk bapak2 cuma
sedikit. PLP yang ada waktu itu kebanyakan buat perempuan usia 25 tahun-an en
modelnya lumayan modis. Kebayang kan waktu ada Mbah-mbah dateng. Dari kejauhan
kita udah ribut duluan. Tapi alhamdulillah, semua peserta baksos yang jumlahnya
kurang lebih seratus orang itu kebagian semua. Trus, saya juga nyesel banget
kemaren nggak bawa kornet karna ternyata kondisi masyarakatnya yang bener2
memprihatinkan gitu. Aduh Yoan! Bulan depan persiapannya kudu lebih mateng ya.
Syusye deh buat seorang Yoan yang biasa spontan kudu bikin persiapan dan
perencanaan. O iya, besok tinggal tunjuk anak2 aja buat jadi ketapel. Gw
tinggal ongkang2 kaki ajah. Hueheuheu…

 

Secara
keseluruhan, baksosnya berhasil sih. Sambutan masyarakat setempat juga bagus
banget. Cuma kurang terorganisir aja. Pusing deh kalo liat ruangan periksa
kesehatan yang nyampur ama tempat periksa tensi darah en apoteker. Orang2 tu
yang tumplek bek gitu di sana. En yang namanya panitia cowok tu yg bediri2 aja
di depan ruangan. Saya sampe stress liatnya. Bener juga, katanya kalo pas hari
H gitu banyak yg nganggur bingung mo ngapain. Bulan depan kudu diubah ni. Yang
cowok2 kudu dapet tempat di belakang meja, en yang cewek bisa santai2 di luar.
Bwakakaka *ketawa setan*

 

Nah, sekarang
tinggal bingung kapan mulai membina desa. Secara unit yang saya pegang ini
namanya Unit Baksos en Desa Binaan, selain ngadain baksos kita juga kudu punya
desa binaan. Nah lo Yo! Udah kepikir belom langkah selanjutnya mo ngapain? Oi
temen2! Sumbang ide dong?!

 

Jarak Menuju Rumah Sahabat Tidak Pernah Terlalu Jauh


Saya baru aja pulang dari Pacitan. Pernah denger tentang Pacitan? Kota kecil yang sepi di perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah. Dari Malang saya harus naik bis selama delapan jam untuk sampai di sana. Jalannya pun tidak lurus2 saja. Yang suka mabuk kendaraan saya sarankan untuk konsumsi obat anti mabuk daripada muntah2 di tengah jalan yang berkelok-kelok. Yang nggak mabuk-an bisa dengan tenang menikmati pemandangan jurang di sebelah kiri dan tebing batu di sebelah kanan (:D).

I slept like a log during the journey. Bangun sebentar saja untuk melihat sudah sampai mana. Dan ya, seperti saya bilang di awal. Jarak menuju rumah sahabat tidak pernah terlalu jauh. Delapan jam di hari yang panas nggak terlalu kerasa (ya iyalah Yo, lu kan tidur mulu kayak kebo), tiba-tiba saya sudah memasuki kabupaten Pacitan. Dari situ saya mulai cengar-cengir sendiri. Untung Si Mbah yang duduk di samping saya tertidur dengan nyenyaknya sehingga beliau nggak ngeliat orang aneh senyum sendiri di sebelahnya. Bisa bayangkan betapa senangnya saya? Gila! Kayak ada yang meletup-letup di dada. Exited banget mau ketemu Nita. Enam bulan kami nggak ketemu! Padahal selama lima tahun temenan, kami nggak pernah pisah selama itu. Bertahun-tahun saya sekamar dengan Nita. Berbagi halitosis dan amoniak yang keluar tanpa malu. Well, lebih sering Nita jadi korban. Karna kami sekamar dan saya malas keluar kalo tiba waktunya gas amoniak ingin keluar. She’s one of my very best friends. Orang yang walaupun protes sampe mati tapi tetap saja menghirup aroma tidak sedap yang ‘ambune koyo WC mabul’ dan enggan beranjak dari duduknya.

Lima hari di Pacitan, yang saya lakukan cuma makan, tidur, pengajian (istilah Ibu untuk nonton infotainment), dan maen ke laut. Aktifitas terakhir ini yang paling saya suka. Pacitan boleh jadi panas en sepi banget (baru di Pacitan saya liat malam minggu sesepi itu), tapi pantainya keren dan… sepi. Pasirnya emang nggak putih, tapi bersih banget. Rasanya pengen selamanya berbaring di atas pasir, ngeliat matahari terbit dan tenggelam, kejer2an sama ombak, teriak2 di pinggir pantai….  Wuah!

Ibu sampe bilang gini: "Udah Yo. Cari suami di sini aja biar deket sama Nita. Tak golekne po piye?" Huehehe, dasar ibu-ibu. Eniwei enihaw, saya bener2 seneng di sana. Ngerasa punya keluarga. Punya Ibu, Bapak, Adek, Kakak. Lengkap. Terimakasih Allah atas semua karunia yg Kau anugerahkan padaku….

Fix You

When you try your best, but you don’t succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can’t sleep
Stuck in reverse

When the tears come streaming down your face
When you lose something you can’t replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?   

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

High up above or down below
When you’re too in love to let it go
If you never try you’ll never know
Just what you’re worth

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down your face
And I…

Tears stream down on your face
I promise you I will learn from the mistakes
Tears stream down your face
And I…

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Beberapa hari yang lalu ngeliat clipnya lagu ini en saya langsung termenung-menung sendiri di depan tipi. Hmmm… apa karena musim ujan maka banyak orang yang mellow (setidaknya saya en Dwi lah). Hehehe, padahal nggak ada hubungannya kali ya?

What could be worse?

And I’m still here. Hoping so much that someone will come and try to ‘fix’ me. Walopun gw sadar sesadar-sadarnya Wi, kalo bukan diri kita sendiri yang memperbaiki, orang nggak akan bisa buat banyak. Iya Wi gw sadar! Tapi kesadaran aja kayaknya nggak cukup….

Gw ketuleran mellow ni Wi abis baca blog lu…