Kepada Tuhan
kuminta Tuhan menemaniku dalam kesepian
kemudian kutinggalkan Ia dalam keriuhan
kuminta Tuhan mendukungku dalam kecemasan
kemudian kubunuh Ia dalam kesenangan
kuminta Tuhan mendengarku saat aku jatuh
kemudian kutulikan telinga saat pangilan-Nya bergemuruh
kuminta Tuhan menghiburku dalam lelahnya perjalanan
kemudian kuhina Ia dalam kegembiraan
kuminta Tuhan menolongku dalam bahagia dan kesusahan
kemudian kukhianati Ia sesampainya di tujuan
…seorang hipokrit meringkuk dalam gigil dan bergumam perlahan…
Tuhan…
ketika aku ingin lari, jangan biarkan aku pergi
ketika aku tersesat, izinkan aku kembali
karena aku masih ingin menangis dalam rindu ketika menyebut nama-Mu
karena aku hanya abdi tak tahu malu yang berharap kasih-Mu
[then a phone call answered my pray...]
dwi Said:
on July 18, 2007 at 3:04 am
bagus….buatan sendiri Nyo???? hehehe
Ari Said:
on July 28, 2007 at 10:15 am
Puisi yang bagus! cekcekcekcekcekcek,,, hebat! hebat! Top keren abizzzz…
anonymouz Said:
on September 24, 2007 at 11:53 am
whose phone call? from God?